SAP Data Archiving System = Mengarsipkan Data SAP

Posted on

Kali ini coba share tentang SAP Archiving ya, mumpung keinget🙂

Ketika SAP sudah mulai aktif, maka hal yang otomatis bertambah adalah data, baik master data maupun data transaksi. Klo master data berhubungan data data yang merupakan variable tetap, maka data transaksi merepresentasikan semua hal yang dimiliki, dikelola dan dimanfaatkan oleh satu company, so kebayangkan klo ada supermarket yang menjual berbagai macam barang harus mencatat mulai datangnya barang, disimpan dimana, dimasukkan toko kapan, dibeli dengan harga berapa, uang yang bergerak berapa, tenaga kerja digaji berapa dll (hehehe bayangin aja dah pusing).

Untuk itu management data menjadi sangat penting, mana data yang masih dipakai untuk day to day reporting misal, mana data yang masih diperlukan untuk kepentingan audit, dan data mana yang benar benar sudah tidak diperlukan. Setelah verifikasi data, maka step berikutnya adalah didefinisikan cara me-reduce database size strategi data mana yang bisa dibuang dan data mana yang harus dijadikan arsip alias di  archive, pertanyaan berikut pasti, apa sih archive? Archiving SAP secara bebas bisa didefinisikan sebagai memindahkan data dari database system ke server file system ataupun ke external storage (gak papa ya rada teknis nih bahasanya). Jadi secara fisik data hilang dari database, tetapi secara fungsi, data masih dapat di retrieve kapanpun dibutuhkan. Alasanya biasanya adalah kebutuhan system audit🙂

Berikut flow dari aktivitas SAP Archiving. Transaction Code tidak banyak kok cuma SARA untuk manage archiving process dan SARI untuk data archive explorer plus AOBJ untuk create archiving object dan DB15 untuk kalkulasi database space yang bisa di reduce


Semoga membantu, klo ada yang pengin tau lebih detail, please comment ya

– Radityo Yudhiarto –

9 thoughts on “SAP Data Archiving System = Mengarsipkan Data SAP

    Rendra Permana said:
    April 13, 2011 at 3:09 am

    Pak Radityo, apa saja yang di syaratkan untuk melakukan archiving data transaksi SD, apakah semua dokumen sales (SO;DO;Billing) dapat di lakukan archiving, bagaimanakah untuk status data yg belum complate dan terkait dg modul lain misal FICO ?

    Salam
    Rendra
    User SAP-SD

      sapbasic responded:
      April 27, 2011 at 1:58 am

      @ Pak Rendra

      Untuk archiving, step pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis terhadap flow business process. Eratnya hubungan antar modul membuat kita harus berhati hati. Secara umum, SAP sudah menyediakan gambaran hubungan antara object archive satu dan yang lain, silakan dibuka transaksi SARA di pojok kiri atas ada tombol Network Graphic, tentu saja tidak semua item di implementasikan oleh satu company, tapi setidaknya ini bisa memberikan gambaran sequence object mana dulu yang harus di archive.

      catatan penting, untuk data data yang akan diarchive memang data data yang statusnya sudah final. Data data yang masih open tidak akan di archive (saat akan melakukan archive akan keluar error bahwa data tersebut belum bisa di archive).

      Semoga bisa membantu.
      Radityo Yudhiarto

    Bimo Gumelar said:
    May 31, 2011 at 12:58 am

    adakah literatur untuk mempelajari hal ini..trims

      sapbasic responded:
      May 31, 2011 at 2:12 am

      Pak Bimo,

      Literatur resmi yang gratis bisa didapatkan melalui help.sap.com, kemudian bisa ditambahkan dari buku buku terbitan SAPPress (bisa dipesan secara online) dan modul modul training SAP yang bisa kita dapatkan saat kita mengikuti training (atau bisa dicari dibeberapa forum di internet). Selain literatur resmi, di SAP dikenal pula istilah best practice, best practice ini bisa kita dapatkan dari pengalaman rekan rekan yang berkecimpung di dunia SAP, forum resmi nya adalah sdn.sap.com klo yang un official bapak bisa juga bergabung ke sapfans.com atau juga mengkuti beberapa milist seputar SAP seperti indo-sap@yahoogroups.com.

      Khusus untuk tulisan saya ini, merupakan kombinasi dari beberapa hal tersebut, kemudian saya coba ringkas berdasarkan project dan study literatur yang sebelumnya saya lakukan.

      Semoga bisa membantu.
      Radityo Yudhiarto

    ari said:
    June 20, 2011 at 9:59 am

    keren pa dikit2 saya bisa ada ilmu2 yg lain ga
    thanks

      sapbasic responded:
      June 21, 2011 at 1:05 am

      @ Ari, wah ilmu apa lagi ya mas, silakan klo ada yang pengin ditanyakan, klo bisa ya saya jawab, klo ndak ya nanti cari tau bareng bareng

    wahyu said:
    March 13, 2013 at 3:41 pm

    Pak dari diagram tersebut, misal file sudah di archive menjadi file sistem dan kemudian user ingin mengakses nya kembali. user akan mengakses file archive tersebut ? atau file itu harus di kembalikan ke database server dulu baru di akses oleh user ?

      sapbasic responded:
      June 1, 2013 at 12:49 pm

      Hi wahyu,

      jika user untuk akses data yang yang sudah di archive, file tidak perlu di kembalikan lagi ke database, cukup akses ke file nya langsung tapi sifatnya read-only, tidak bisa digunakan untuk data modifikasi data yang sudah di archive.

      semoga membantu

    yogi said:
    July 2, 2013 at 10:46 pm

    Bisa gak gan d detail lagi
    Hmmm mungkin dengan mengikut sertakan caranya posting sap disetiap pembahasan sap nye hehe biat lebih mudah menerapkan ilmu nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s