Month: January 2010

harus SAP kah?

Posted on

Klo menurut saya pribadi sebagai user SAP, ada beberapa alasan kenapa kita “terpaksa” memilih menggunakan sap :

1.  SAP memiliki kemampuan untuk integrasi antar modul yang sangat baik. Saat ini SAP sudah mampu mencakup hampir semua kebutuhan bisnis baik di bidang financial controling, logistic (management, sales distribution, plant maintenance, suplay chain etc)  sampai HRD (rekruitment, payrol, time management dll) ini juga nasih ditambah implementasi beberapa solusi lain seperti SRM, CRM, dkk .  sebagai catatan integrasi antar modul hanya bisa berjalan baik jika pada implementasi benar benar dikerjakan dengan benar, tidak mengambil part by partnya saja.

Untuk studi kasus, dalam perusahaan skala kecil dan menengah kita sering menggunakan beberapa aplikasi sekaligus untuk menjalankan proses bisnis. semisal aplikas A untuk aplikasi pembukuan akunting, aplikasi B untuk transaksi jual beli, aplikasi X untuk aplikasi penyimpanan barang, aplikasi Z untuk database karyawan. Seringkali kita menjadi kesulitan ketika masing masing aplikasi harus di sinkronkan hasilnya saat tutup buku akhir tahun, hasil dari aplikasi jual beli harus sesuai dengan aplikasi pembukuan akuntansi, demikian juga jumlah asset yang disimpan juga harus sesuai dengan apa yang tercatat dalam akun akun general ledger.

2.  SAP dengan netweaver platform mempunyai range aplikasi yang sangat luas, mulai dari solusi ERP sendiri, kemudian datawarehousing (dg SAP BW), Company Portal (dg SAP EP), Mobile Apps dll. Klo punya duit dan bisa mengoptimalkan semua feature yang ditawarkan SAP, pasti akan sangat membantu kelancaran bisnis suatu perusahaan.

3. Dari sisi administrator, walaupun banyak problem, SAP menawarkan banyak sekali bantuan, mulai dari help yang cukup komplit (sap.help.com), notes untuk bug (service.sap.com/notes), sampai raise message untuk remote support dari sap marketplace (service.sap.com/support). Hehehe tapi tetep aja klo gak mudeng problemnya ya tetep aja pusing.

4. Sales SAP jago jago, walaupun implementasi nya muaahhaal, license nya pun muahhaaall, terus hardware server spec requirement nya juga muaahhhaaall, tetapi mereka tetep bisa tuh jualan sap, mulai dari perusahaan kelas menengah sampai perusahaan elite 🙂

sumonggo ditambakan klo ada ide lain 🙂

 

– radityo yudhiarto –

 

 

Advertisements

New Blog SAP Basis

Posted on

Buat rekan rekan yang pengin baca-baca tentang dasar dasar sap yang lebih spesifik ke SAP Basis, silakan mengunjungi http://sap-jogja.blogspot.com  Di blog ini rencananya akan lebih banyak cerita tentang pekerjaan-pekerjaan di sap basis. Karena banyak istilah-istilah yang lebih enak disampaikan dalam bahasa aslinya (inggris) maka untuk awal awal saya lebih banyak menggunakan bahasa inggris di blog ini.

matur nuwun dan ditunggu kunjungannya.
– radityo yudhiarto-

Workload Analysis book from SAPPress

Posted on Updated on

Buat yang mau belajar workload analysis dari buku terbitan sappress silakan download aja disini.

Download

Dalam donlotan ini memang hanya di tampilkan bab 3 saja (workload analysis) tapi ini kami rasa cukup untuk belajar dasar – dasar menganalisa sap performance berdasarkan analysis sap system response time. Akan dijabarkan tentang komponen komponen response time SAP dan cara analisis nya, output dari analisis ini akan dapat diketahui dimana system bottleneck, apakah di level OS, ataukah database, ataukah network nya ataukah faktor faktor yang lain.

Sedikit tentang SAP System Performance Analysis

Posted on

Untuk rekan rekan yang sudah pernah menggunakan atau malah pernah ngadmin, mungkin pernah ngrasain kadang sistem menjadi lambat tapi juga kadang terasa cepet bangat. Di tulisan ini saya akan coba buat sedikit corat coret sederhana untuk rekan rekan yang coba belajar analisis sap system performance dari sisi teknikal. 

Berdasar pengalaman kami, secara umum sap system performance akan sangat ditentukan oleh :

1. Server Capacity (yang paling mudah dilihat : CPU dan RAM)

2. User Activity (berpengaruh pada konsumsi resource server)

3. IT infrastructur Environment (Network, Storage design, Security System dll)

Lha untuk melakukan analisis awal saat sistem terasa mulai melambat, mungkin dapat dilakukan beberapa langkah berikut :

a.  Cek ke transaksi SM50 apakah sistem sedang penuh atau tidak karena aktivitas user : Jika sistem menjadi lebih lambat saat sistem full usage itu bisa dikatakan wajar, untuk membuat lebih optimal lagi harus dilakukan analisis untuk tuning sehingga semua resource yang tersedia bisa digunakan secara optimal. 

b. Cek Server resource usage di ST06 : di transakasi ST06 kita bisa melakukan analisis terhadap penggunaan CPU, RAM, Harddisk, Paging File serta kualitas network yang digunakan.  Dari transaksi ini secara sederhana kita bisa mendapatkan gambaran dimana botleneck terjadi, apakah di CPU yang penuh, ataukah memori yang habis digunakan, ataukah storage yang full utilized ataukah ada gangguan di network.

c.  Cek database performance menggunakan transaksi ST04, disini kita bisa cek beberapa hal penting berkaitan dengan database seperti kondisi buffer database (sebaiknya diatas 90%), time statistics, penggunaan shared pool dan lain lain.

d.  Cek penggunaan memory dari transaksi ST02, setting sap buffer dan penggunaan memory (extended maupun heap memory) akan tertampil disini. Nilai ini yang dapat digunakan untuk menentukan apakah system nya sudah di tuning dengan baik ataukah belum ( nanti akan dibahas lebih lanjut di bagian workload analysis)

 e.  Cek transaksi SM04  untuk melihat besarnya konsumsi memory dan jumlah sesion yang digunakan oleh satu user dari data ini kita bisa meminta user yang memang memboroskan resource untuk mengurangi jumlah sesion ataupun proses yang dijalankan.

semoga membantu

– Radityo Yudhiarto –