Month: June 2009

Tips n Trick SAP Client Copy after install

Posted on

Dalam sebuah installasi SAP, by default kita akan mendapatkan beberapa client standar 000 (biasa disebut master client), 001 (application master client) dan 066 (earlywatch) client. Walaupun telah disediakan client default tersebut, tetapi SAP sangat tidak menyarankan untuk menggunakan client client tersebut sebagai client untuk day to day operation. Dalam tulisan ini kami akan mencoba untuk berbagi beberapa tips n tricks seputaran copy client :

1. Login pake user selain sap* ke client 000
2. parameter login/no_automatic_user_sapstar harus = 0, klo masih 1, tolong di rubah melalui transaksi RZ10 kemudian jangan lupa restart setelah change parameter. ini mandatory yak, cz jika nilainya masih 1, kita tidak akan dapat mengakses client yang akan kita buat nanti karena SAP tidak akan men-generate user SAP* di database.
3. buat logical system name via transaksi BD54, gunanya adalah untuk seting comunnication link menuju client yang akan kita buat
4. klo semuanya sudah ready, kita bisa create clientnya dengan menggunakan transaksi SCC4. jangan lupa dilengkapi aja data data sesuai dengan tipe client yang akan kita buat.
5. setelah client ter-create kita bisa login ke client yang bersangkutan dengan menggunakan user sap*/passwd : pass. Tentu saja client yang disini bener bener kosongan, blum ada data dan konfigurasi apapun. Makadari itu diperlukan process copy client dari template yang sudah diberikan yaitu client 000 atau 001
6. Kemudian masuk ke transaksi SCCL, untuk melakukan local client copy. Pada profile masukan sap_all, source client=000, source client user master boleh 000/001 –> execute
7. Kita bisa melakukan monitoring process menggunakan transaksi SCC3

Setelah process finish, kita bisa melakukan process developing seperti maintain customizing ataupun create n change program, di client yang baru ini. sedikit catatan buat yang menginstall sekaligus java add in nya, kita harus melakukan beberapa perubahan melalui configtool untuk pointing client dari old ke new, dan konfigurasi di UME java agar bisa pointing ke user master record client yang baru.

Semoga bisa membantu ūüôā

– Radityo Yudhiarto –

 

Advertisements

Evolusi sebutan SAP Basis

Posted on Updated on

Mungkin hingga detik ini masih¬†ada¬†yang bingung¬† dengan istilah sap basis yang emang dalam kurun 5 tahun terakhir ini sering¬†berubah ubah “nama”, hehehe barusan saya dapet sepenggalan evolusi penyebutan sap basis di¬†dokumentasi¬†upgrade solution¬†manager, semoga bisa membantu yak ūüôā

SAP NetWeaver 2004s renames SAP Web Application Server as SAP NetWeaver Application Server. In releases before 6.10, the component had been called SAP Basis Component. In this document, the terms are used as follows:

a. The term ‚ÄúSAP NetWeaver Application Server‚ÄĚ (or the short form ‚ÄúSAP NW AS‚ÄĚ) is used when referring to SAP NetWeaver 2004s and higher.
b.¬†The term ‚ÄúSAP Web Application Server‚ÄĚ (or the short form ‚ÄúSAP Web AS‚ÄĚ) is used when referringto Releases between 6.10 and 6.40.
c.¬†The term ‚ÄúSAP Basis‚ÄĚ (or the short form ‚ÄúBasis‚ÄĚ) is used when referring to Release 4.6D and lower.

¬†– Radityo Yudhiarto –

 

Konsep Client – a simple view

Posted on Updated on

Bagi yang sudah pernah menggunakan SAP pasti akan melihat nama client yang harus diisi saat akan login ke sistem melalui saplogon.client_concept_sapgui

 

 

 

 

 

 

Yang kemudian jadi pertanyaan, apa sih maksud client di sini? ada hubungan ndak dengan istilah teknologi client-server , atau client dalam artian rekanan bisnis? Berikut kami akan mencoba membahas lebih dalam tentang konsep client sebagai sebuah bagian dari sebuah sistem SAP.

client_concept

Di SAP client bisa didefinisikan sebagai sebuah perwakilan dari business entity yang merupakan simbol dari aktivitas sebuah perusahaan.  Suatu perusahaan yang menggunakan SAP pasti akan memiliki setidaknya satu production client. Di production client ini lah semua transaksi perusahaan akan dicatat. Transaksi transaksi seperti penjualan dan pembelian barang, laporan keuangan perusahaan, keluar masuknya barang hingga data gaji karyawan akan disimpan dalam tabel tabel yang bersifat client based yang juga sering disebut sebagai client based data.

Pertanyaan berikutnya mungkin menjadi, apa itu client based data? emang ada yang gak client based ūüôā

Pada ilustrasi di atas digambarkan suatu sistem SAP yang memiliki dua client. Data data yang termasuk client based tersusun oleh 3 komponen yaitu :

a.  Client specific data : semua data transaksi day to day operation

b.  Client specific customizing : data kode perusahaan, nama perusahaan, kode gudang, kode account dll

c.  User Data : berisi user ID dan Object Authorisasi

Dibawah data client based kita bisa liat bahwa ada structure data dan customizing yang tipenya cross client alias bisa diakses dari client manapun.  Ada dua kategori crossclient object yaitu crossclient customizing dan ABAP repository. Cross client customizing adalah setingan yang diperlukan oleh semua client semisal seting kalender, time zone dan lain lain. Sementara ABAP repository, merupakan kumpulan dari komponen komponen ABAP, seperti program, tabel, function, dll.

Semoga bisa membantu memberi gambaran tentang konsep client, di tulisan berikutnya kami akan mencoba membahas SAP landscape, yang mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas tentang konsep struktur data di SAP dan development suatu sap system.

 

– Radityo Yudhiarto –