jump to navigation

SAP Landscape dari IT Point of View December 9, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
add a comment

Tadi pagi penasaran browsing browsing di SDN ketemu satu artikel tentang Landscape implementasi SAP Netweaver. Lumayan buat belajar belajar.  hehehe cukup kompleks komprehensif tapi yang baca pasti juga bakal pusing karena bahasannya juga kemana mana, mulai dari strategi SAP netweaver landscape, networking, check available matrix untuk database dan operating system sampai ke virtualisasi hardware.

Sedikit pengantar bagi yang nanti baca mungkin rada gak nyambung dengan dua tulisan sebelum tentang SAP landscape karena artikel ini lebih diarahkan ke sisi IT infrastruktur yang dibutuhkan untuk membuat satu landscape SAP.

sumonggo di unduh saja filenya  IT_Landscape_for_SAP_Implementation

- radityo yudhiarto -

SAP Landscape (II) December 8, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
add a comment

Melanjutkan postingan sebelumnya. Berikut kami mencoba memberikan sedikit ilustrasi dan dan alasan kenapa SAP merekomendasikan menggunakan 3 layer landscape (Development-QAS-Production).

Alasan utama SAP merekomendasikan ada beberapa layer system landscape adalah terciptanya sebuah environment yang ideal dalam artian tidak saling mengganggu antara proses development by developer team, proses testing by key user dan day to day transaction di production system. Dengan adanya beberapa layer, production system tidak akan terganggu ketika developer melakukan perubahan field table, begitu pula ketika key user posting ribuan line data testing.

Alasan ke dua adalah dengan menggunakan beberapa layer, kita akan semakin aware terhadap perubahan yang akan dilakukan terhadap production system yang sedang berjalan. mekanisme tiga layer landscape memebuat setidaknya dilakukan dua kali testing sebelum satu perubahan diimplementsikan di production system. testing pertama adalah saat perubahan selesai dibuat di development, testing akan dilakukan oleh developer yang melakukan perubahan. sementara testing kedua akan dilakukan di QAS system, dimana disana key user akan melakukan functionlity testing yang menentukan apakah perubahan boleh dibawa ke Production atau tidak.

Dalam ilustrasi ini terlihat ada empat blok sistem. Ada tiga blok yang saling terhubung (berada dalam satu transport layer) dan satu blok terpisah (sebagai sandbox system).  kami coba jabarkan sebagai berikut :

Sandbox System : merupakan “tempat bermain” bagi tim developer. Dalam kondisi ideal seharusnya sandbox direfresh dengan meng-copy dari sistem production secara reguler. Karena kebutuhannya yang kurang terlalu penting pada prakteknya sistem sandbox benar benar menjadi sistem untuk experiment saja, seperti apply support package baru, apply notes, apply kernel, kutak katik program dan coba coba configurasi baru, namanya juga experiment klo ok ya lanjut jadi project baru di sistem development.
Development System : merupakan bagian dasar dari sebuah system landscape SAP. semua perubahan program dan konfigurasi hanya boleh dilakukan di sistem Development ini. Login di sistem ini hanya diperuntukan bagi administrator dan sap developer team. Output dari sistem development adalah perubahan yang sudah di bundle dalam satu change request atau lebih dikenal sebagai transport request.. lha transport request ini lah yang nanti akan dibawa ke QAS dan Production.
QAS System : merupakan system yang dalam kondisi ideal dibuat semirip mungkin dengan kondisi production. Harus mirip karena di QAS system ini akan dilakukan functionality testing oleh user. dengan kondisi yang mirip dengan production maka hasil testing di QAS seharusnya akan sama dengan normal operation di Production. Output dari QAS system tentu saja approval untuk meneruskan perubahan yang telah ditest ke production system
Production System : merupakan puncak dari SAP landscape. Di layer ini user bekerja untuk melaksanakan tugas harian mereka dengan SAP seperti membaca report ataupun posting transaksi. Selalu berada pada awareness yang tertinggi terhadap setiap gangguan yang muncul, sehingga mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa seperti daily backup, tidak boleh sembarang mati, filter terhadapa semya perubahan dll. Hal ini dilakukan karena jika Production System sampai down maka tidak akan ada transaksi yang bisa dijalankan secara otomatis tercatat semua kembali manual process so bisa dibayangkan berapa kerugian yang bisa ditimbulkan karena unplanned shutdown ataupun unplanned error :)

Sedikit catatan, sistem QAS dan Production merupakan sistem yang secara default restricted terhadap perubahan manual (user login kemudian change program atau configurasi). Perubahan yang diperbolehkan adalah perubahan melalui change/transport request yang sudah direlease di development system sebelumnya.

Semoga bisa membantu menjelaskan :)

- Radityo Yudhiarto -

SAP Landscape (1) November 16, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
2 comments

Wah maaf nih lama gak posting, kangen juga nulis nulis setelah hampir 5 bulan off. 

Kyanya untuk yang sesi comeback ini blum bisa nulis banyak, idenya sih mo maparin landscapenya SAP karena bagi kami mungkin landscape yang dipropose oleh SAP cukup menarik untuk dibahas. Landscape disini bisa diterjemahkan bebas sebagai tata kelolanya suatu aplikasi SAP.  Sedikit berbeda dengan beberapa aplikasi IT yang lain di SAP lanscape, kita bisa bertemu dengan environment Development, kemudian environment Quality Assurace, baru kemudian environment Production, bahkan dalam beberapa case kita juga bisa menemukan environment Sandbox. 

Kenapa kami mengatakan sedikit berbeda adalah karena biasanya aplikasi IT yang lain cuma memiliki satu atau dua environment saja. ada yang cukup dengan satu environment yang berarti kita develop di sistem A setelah selesai maka sistem A dibuka untuk untuk user, demikian juga ketika dibutuhkan perubahan di sistem A, maka sistem A akan ditutup sementara karena sedang “under maintenance” dan kemudian dibuka lagi untuk user saat sudah ready.  Dalam kasus yang lain adakalanya kita membeli aplikasi jadi dari suatu vendor aplikasi, kita bisa menjumpai setidaknya environment Development dan Production disini. Environment Development adalah tempat si Vendor me-ngoprek oprek aplikasi mereka sesuai kenginan user, setelah dirasa OK maka user akan melakukan persetujuan terhadap application deployment.  Lha disini si vendor akan men Deploy aplikasi yang telah mereka buat ke dalam Environment Production yang nantinya akan dipakai oleh user user perusahaan pemesan.

Dari ilustrasi di atas sudah bisa kebayang ya kenapa SAP propose untuk setidaknya ada 2 tier environment (Dev-Prod), dan merekomendasikan untuk punya 3 tier envionment (dev-qa-prod), … (bersambung ke jilid2 ) 

 

Tips n Trick SAP Client Copy after install June 27, 2009

Posted by sapbasic in How To.
add a comment

Dalam sebuah installasi SAP, by default kita akan mendapatkan beberapa client standar 000 (biasa disebut master client), 001 (application master client) dan 066 (earlywatch) client. Walaupun telah disediakan client default tersebut, tetapi SAP sangat tidak menyarankan untuk menggunakan client client tersebut sebagai client untuk day to day operation. Dalam tulisan ini kami akan mencoba untuk berbagi beberapa tips n tricks seputaran copy client :

1. Login pake user selain sap* ke client 000
2. parameter login/no_automatic_user_sapstar harus = 0, klo masih 1, tolong di rubah melalui transaksi RZ10 kemudian jangan lupa restart setelah change parameter. ini mandatory yak, cz jika nilainya masih 1, kita tidak akan dapat mengakses client yang akan kita buat nanti karena SAP tidak akan men-generate user SAP* di database.
3. buat logical system name via transaksi BD54, gunanya adalah untuk seting comunnication link menuju client yang akan kita buat
4. klo semuanya sudah ready, kita bisa create clientnya dengan menggunakan transaksi SCC4. jangan lupa dilengkapi aja data data sesuai dengan tipe client yang akan kita buat.
5. setelah client ter-create kita bisa login ke client yang bersangkutan dengan menggunakan user sap*/passwd : pass. Tentu saja client yang disini bener bener kosongan, blum ada data dan konfigurasi apapun. Makadari itu diperlukan process copy client dari template yang sudah diberikan yaitu client 000 atau 001
6. Kemudian masuk ke transaksi SCCL, untuk melakukan local client copy. Pada profile masukan sap_all, source client=000, source client user master boleh 000/001 –> execute
7. Kita bisa melakukan monitoring process menggunakan transaksi SCC3

Setelah process finish, kita bisa melakukan process developing seperti maintain customizing ataupun create n change program, di client yang baru ini. sedikit catatan buat yang menginstall sekaligus java add in nya, kita harus melakukan beberapa perubahan melalui configtool untuk pointing client dari old ke new, dan konfigurasi di UME java agar bisa pointing ke user master record client yang baru.

Semoga bisa membantu :)

- Radityo Yudhiarto -

 

Evolusi sebutan SAP Basis June 17, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
add a comment

Mungkin hingga detik ini masih ada yang bingung  dengan istilah sap basis yang emang dalam kurun 5 tahun terakhir ini sering berubah ubah “nama”, hehehe barusan saya dapet sepenggalan evolusi penyebutan sap basis di dokumentasi upgrade solution manager, semoga bisa membantu yak :)

SAP NetWeaver 2004s renames SAP Web Application Server as SAP NetWeaver Application Server. In releases before 6.10, the component had been called SAP Basis Component. In this document, the terms are used as follows:

a. The term “SAP NetWeaver Application Server” (or the short form “SAP NW AS”) is used when referring to SAP NetWeaver 2004s and higher.
b. The term “SAP Web Application Server” (or the short form “SAP Web AS”) is used when referringto Releases between 6.10 and 6.40.
c. The term “SAP Basis” (or the short form “Basis”) is used when referring to Release 4.6D and lower.

 - Radityo Yudhiarto -

 

Konsep Client – a simple view June 10, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
add a comment

Bagi yang sudah pernah menggunakan SAP pasti akan melihat nama client yang harus diisi saat akan login ke sistem melalui saplogon.client_concept_sapgui

 

 

 

 

 

 

Yang kemudian jadi pertanyaan, apa sih maksud client di sini? ada hubungan ndak dengan istilah teknologi client-server , atau client dalam artian rekanan bisnis? Berikut kami akan mencoba membahas lebih dalam tentang konsep client sebagai sebuah bagian dari sebuah sistem SAP.

client_concept

Di SAP client bisa didefinisikan sebagai sebuah perwakilan dari business entity yang merupakan simbol dari aktivitas sebuah perusahaan.  Suatu perusahaan yang menggunakan SAP pasti akan memiliki setidaknya satu production client. Di production client ini lah semua transaksi perusahaan akan dicatat. Transaksi transaksi seperti penjualan dan pembelian barang, laporan keuangan perusahaan, keluar masuknya barang hingga data gaji karyawan akan disimpan dalam tabel tabel yang bersifat client based yang juga sering disebut sebagai client based data.

Pertanyaan berikutnya mungkin menjadi, apa itu client based data? emang ada yang gak client based :)

Pada ilustrasi di atas digambarkan suatu sistem SAP yang memiliki dua client. Data data yang termasuk client based tersusun oleh 3 komponen yaitu :

a.  Client specific data : semua data transaksi day to day operation

b.  Client specific customizing : data kode perusahaan, nama perusahaan, kode gudang, kode account dll

c.  User Data : berisi user ID dan Object Authorisasi

Dibawah data client based kita bisa liat bahwa ada structure data dan customizing yang tipenya cross client alias bisa diakses dari client manapun.  Ada dua kategori crossclient object yaitu crossclient customizing dan ABAP repository. Cross client customizing adalah setingan yang diperlukan oleh semua client semisal seting kalender, time zone dan lain lain. Sementara ABAP repository, merupakan kumpulan dari komponen komponen ABAP, seperti program, tabel, function, dll.

Semoga bisa membantu memberi gambaran tentang konsep client, di tulisan berikutnya kami akan mencoba membahas SAP landscape, yang mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas tentang konsep struktur data di SAP dan development suatu sap system.

 

- Radityo Yudhiarto -

Seberapa Mahal Sih SAP May 22, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
10 comments

Sampai detik ini memang SAP terkesan masih begitu eksklusif, mahalnya biaya implementasi, biaya infrastruktur, license user serta maintenance fee menjadi komponen komponen yang tidak jarang membuat beberapa perusahaan mengurungkan niat menggunakan SAP. hehe mungkin SAP emang dikhususkan untuk perusahaan gede yak, lha wong semboyannya aja the best run bussiness run sap :)

Kita coba ya etung kalkulasi implementasi 1 modul sap, sebagai catatan ini hanya sekedar  contoh dimana dalam realisasinya bisa mendekati ataupun bisa agak jauh dari yang coba kami paparkan disini, misalkan saja kita ambil modul finance untuk kepentingan accounting department. Implementasi dilakukan akan skitar 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut :

1. preparation : 2 minggu (10 workdays) : 1 project manager (PM), 1 finance consultant, 1 technical consultant

2. blueprint : 4 minggu (20 workdays) : 1/2 basis, 1/2 abap, 2 finance, 1 PM

3. realization : 6 minggu (30 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM

4. user acceptance test : 2 minggu (10 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM

5. go live preparation : 2 minggu (10 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM

6. go live n support : 4 minggu (20 workdays) : 1/2 basis, 1/2 abap, 1 finance, 1/2 PM

dengan mengambil rate rata rata per konsultant 250 USD/hari maka kita dapatkan hitungan sebagai berikut :

(10×3 + 20×4 + 30×4.5 + 10×4.5 +10×4.5 + 20×2.5) x 250 USD = 96250 USD = 1 Milyar Rupiah

Variable berikutnya adalah license SAP, denger denger sih untuk ECC 6.0 untuk per-user/per-tahun skitar 4800 Euro ya skitar 67 juta Rupiah, dengan penggunaan terbatas hanya untuk accounting department maka diestimasikan dibutuhkan skitar 20 user id, so biaya yang harus disiapkan untuk license adalah skitar 1,3 Milyar Rupiah. ini masih harus ditambah biaya maintenance 7% pertahun jadi harus tambah skitar 100 Juta rupiah. Total yang harus dibayarkan ke SAP pertahun adalah skitar 1,4 M Rupiah.

Variable terakhir adalah infrastruktur, dalam hal ini difokuskan pada pembelian server. untuk installasi ECC 6.0 minimal requirement server disini setidaknya memiliki 2 processor dengan speed diatas 1 GHz, RAM 4 GB dan hardisk disiapkan 200 GB (untuk 3 tahun). Di SAP sendiri ada istilah SAPS number untuk nilai benchmarking server, lha nilai disini sebaiknya adalah 2000 SAPS. Biasanya vendor server sudah tau tentang kalkulasi ini kemudian akan menawarkan produk yang memenuhi kriteria. Untuk server windows kita bisa dapatkan di kisaran 50 rb-an USD, sedangkan untuk unix server ada di angka diatas 100 rb-an USD.

Dari etungan ini, sekarang klo kita coba total, biaya implementasi minimum ECC 6.0 untuk satu modul FI dengan 20 user aktif adalah :

1 M + 1,4 M + 1 M = 3.4 M

Angka segini mah kecil buat perusahaan gede, tapi buat UKM mungkin kudu pikir pikir.  so klo kemarin baca baca tentang implementasi SAP dibeberapa perusahaan seperti unilever, pertamina, telkom, bisa kebayangkan kan berapa uang yang harus dikeluarkan pertamina, untuk implementasi hampir semua main modul, dengan jumlah user ribuan dalam periode project hampir satu tahun kemarin. :)

- Radityo Yudhiarto -

Syntax dasar ABAP May 12, 2009

Posted by sapbasic in How To, Umum.
1 comment so far

Gak kerasa sudah 15 postingan tapi belum pernah bicara tentang ABAP yak. Buat yang pengin tau konsep dan syntax-syntax dasar ABAP programming, silakan di donlot n dibuka saja file pdf tentang abap programming disini tadi kebetulan dapet dari amaderforum.com :)

karena banyak fokus di basis jadi ABAP gak terlalu dalem nih, tapi sumonggo klo ada pertanyaan, akan kami jawab sepengetahuan kami :D

Download SAP R/3 Handbook May 5, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
5 comments

r3-handbook1

Tadi coba nyari nyari eh ketemu juga di 4shared.com. Nice book untuk belajar, bener bener dari dasar (pengalaman pribadi :D ). Walau kesannya sekarang sudah agak jadul karena masih membahas teknologi SAP R/3 4.6C, tapi kita bisa belajar banyak tentang konsep dasar teknologi SAP.

buat yang minat, silakan langsung diunduh saja

Akses data SAP May 4, 2009

Posted by sapbasic in Umum.
add a comment

 table-access

Di tulisan ini, kami akan coba membahas tentang bagaimana SAP menyimpan datanya. Secara umum semua object di SAP disimpan ke dalam table-table SAP. Tidak hanya data data transaksi tapi juga program dan konfigurasi system. Table table tersebut disimpan dan diatur sedemikian rupa oleh sebuah RDBMS (relational database management system), bisa oracle, ms-sql, db2, ataupun sapdb.

Pada ilustrasi diperlihatkan hubungan antara layer presentasi (digambarkan dengan akses user melalui sapgui), layer aplikasi (digerakan oleh aplikasi SAP yang berbasis ABAP programing) dan layer database (ditunjukan oleh tabel tabel dalam sebuah relational database management system). Pada ilustrasi tersebut di gambarkan bahwa semua screen, selection screen, dan list data yang diperlukan oleh user, ternyata diambilkan dari table table yang ada di database. Lha untuk melakukan akses ke database ini, diperlukan kerja dari ABAP program yang menjadi core dari aplikasi SAP.  ABAP akan meneriman request dari user, menjalankan program yang dibutuhkan, kemudian melakukan pencarian data yang dibutuhkan dari database. Dengan memanfaatkan database interpreter, ABAP program mampu melakukan akses ke database dan melakukan penulisan data ke database (insert) ataupun menampilkan data ke user yang dibutuhkan.  

semoga membantu :)