Tips n Trick SAP Client Copy after install June 27, 2009
Posted by sapbasic in How To.add a comment
Dalam sebuah installasi SAP, by default kita akan mendapatkan beberapa client standar 000 (biasa disebut master client), 001 (application master client) dan 066 (earlywatch) client. Walaupun telah disediakan client default tersebut, tetapi SAP sangat tidak menyarankan untuk menggunakan client client tersebut sebagai client untuk day to day operation. Dalam tulisan ini kami akan mencoba untuk berbagi beberapa tips n tricks seputaran copy client :
1. Login pake user selain sap* ke client 000
2. parameter login/no_automatic_user_sapstar harus = 0, klo masih 1, tolong di rubah melalui transaksi RZ10 kemudian jangan lupa restart setelah change parameter. ini mandatory yak, cz jika nilainya masih 1, kita tidak akan dapat mengakses client yang akan kita buat nanti karena SAP tidak akan men-generate user SAP* di database.
3. buat logical system name via transaksi BD54, gunanya adalah untuk seting comunnication link menuju client yang akan kita buat
4. klo semuanya sudah ready, kita bisa create clientnya dengan menggunakan transaksi SCC4. jangan lupa dilengkapi aja data data sesuai dengan tipe client yang akan kita buat.
5. setelah client ter-create kita bisa login ke client yang bersangkutan dengan menggunakan user sap*/passwd : pass. Tentu saja client yang disini bener bener kosongan, blum ada data dan konfigurasi apapun. Makadari itu diperlukan process copy client dari template yang sudah diberikan yaitu client 000 atau 001
6. Kemudian masuk ke transaksi SCCL, untuk melakukan local client copy. Pada profile masukan sap_all, source client=000, source client user master boleh 000/001 –> execute
7. Kita bisa melakukan monitoring process menggunakan transaksi SCC3
Setelah process finish, kita bisa melakukan process developing seperti maintain customizing ataupun create n change program, di client yang baru ini. sedikit catatan buat yang menginstall sekaligus java add in nya, kita harus melakukan beberapa perubahan melalui configtool untuk pointing client dari old ke new, dan konfigurasi di UME java agar bisa pointing ke user master record client yang baru.
Semoga bisa membantu
- Radityo Yudhiarto -
Evolusi sebutan SAP Basis June 17, 2009
Posted by sapbasic in Umum.add a comment
Mungkin hingga detik ini masih ada yang bingung dengan istilah sap basis yang emang dalam kurun 5 tahun terakhir ini sering berubah ubah “nama”, hehehe barusan saya dapet sepenggalan evolusi penyebutan sap basis di dokumentasi upgrade solution manager, semoga bisa membantu yak
SAP NetWeaver 2004s renames SAP Web Application Server as SAP NetWeaver Application Server. In releases before 6.10, the component had been called SAP Basis Component. In this document, the terms are used as follows:
a. The term “SAP NetWeaver Application Server” (or the short form “SAP NW AS”) is used when referring to SAP NetWeaver 2004s and higher.
b. The term “SAP Web Application Server” (or the short form “SAP Web AS”) is used when referringto Releases between 6.10 and 6.40.
c. The term “SAP Basis” (or the short form “Basis”) is used when referring to Release 4.6D and lower.
- Radityo Yudhiarto -
Konsep Client – a simple view June 10, 2009
Posted by sapbasic in Umum.add a comment
Bagi yang sudah pernah menggunakan SAP pasti akan melihat nama client yang harus diisi saat akan login ke sistem melalui saplogon.
Yang kemudian jadi pertanyaan, apa sih maksud client di sini? ada hubungan ndak dengan istilah teknologi client-server , atau client dalam artian rekanan bisnis? Berikut kami akan mencoba membahas lebih dalam tentang konsep client sebagai sebuah bagian dari sebuah sistem SAP.

Di SAP client bisa didefinisikan sebagai sebuah perwakilan dari business entity yang merupakan simbol dari aktivitas sebuah perusahaan. Suatu perusahaan yang menggunakan SAP pasti akan memiliki setidaknya satu production client. Di production client ini lah semua transaksi perusahaan akan dicatat. Transaksi transaksi seperti penjualan dan pembelian barang, laporan keuangan perusahaan, keluar masuknya barang hingga data gaji karyawan akan disimpan dalam tabel tabel yang bersifat client based yang juga sering disebut sebagai client based data.
Pertanyaan berikutnya mungkin menjadi, apa itu client based data? emang ada yang gak client based
Pada ilustrasi di atas digambarkan suatu sistem SAP yang memiliki dua client. Data data yang termasuk client based tersusun oleh 3 komponen yaitu :
a. Client specific data : semua data transaksi day to day operation
b. Client specific customizing : data kode perusahaan, nama perusahaan, kode gudang, kode account dll
c. User Data : berisi user ID dan Object Authorisasi
Dibawah data client based kita bisa liat bahwa ada structure data dan customizing yang tipenya cross client alias bisa diakses dari client manapun. Ada dua kategori crossclient object yaitu crossclient customizing dan ABAP repository. Cross client customizing adalah setingan yang diperlukan oleh semua client semisal seting kalender, time zone dan lain lain. Sementara ABAP repository, merupakan kumpulan dari komponen komponen ABAP, seperti program, tabel, function, dll.
Semoga bisa membantu memberi gambaran tentang konsep client, di tulisan berikutnya kami akan mencoba membahas SAP landscape, yang mungkin akan memberikan gambaran lebih jelas tentang konsep struktur data di SAP dan development suatu sap system.
- Radityo Yudhiarto -
Seberapa Mahal Sih SAP May 22, 2009
Posted by sapbasic in Umum.3 comments
Sampai detik ini memang SAP terkesan masih begitu eksklusif, mahalnya biaya implementasi, biaya infrastruktur, license user serta maintenance fee menjadi komponen komponen yang tidak jarang membuat beberapa perusahaan mengurungkan niat menggunakan SAP. hehe mungkin SAP emang dikhususkan untuk perusahaan gede yak, lha wong semboyannya aja the best run bussiness run sap
Kita coba ya etung kalkulasi implementasi 1 modul sap, sebagai catatan ini hanya sekedar contoh dimana dalam realisasinya bisa mendekati ataupun bisa agak jauh dari yang coba kami paparkan disini, misalkan saja kita ambil modul finance untuk kepentingan accounting department. Implementasi dilakukan akan skitar 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut :
1. preparation : 2 minggu (10 workdays) : 1 project manager (PM), 1 finance consultant, 1 technical consultant
2. blueprint : 4 minggu (20 workdays) : 1/2 basis, 1/2 abap, 2 finance, 1 PM
3. realization : 6 minggu (30 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM
4. user acceptance test : 2 minggu (10 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM
5. go live preparation : 2 minggu (10 workdays) : 1 basis, 1 abap, 2 finance, 1/2 PM
6. go live n support : 4 minggu (20 workdays) : 1/2 basis, 1/2 abap, 1 finance, 1/2 PM
dengan mengambil rate rata rata per konsultant 250 USD/hari maka kita dapatkan hitungan sebagai berikut :
(10×3 + 20×4 + 30×4.5 + 10×4.5 +10×4.5 + 20×2.5) x 250 USD = 96250 USD = 1 Milyar Rupiah
Variable berikutnya adalah license SAP, denger denger sih untuk ECC 6.0 untuk per-user/per-tahun skitar 4800 Euro ya skitar 67 juta Rupiah, dengan penggunaan terbatas hanya untuk accounting department maka diestimasikan dibutuhkan skitar 20 user id, so biaya yang harus disiapkan untuk license adalah skitar 1,3 Milyar Rupiah. ini masih harus ditambah biaya maintenance 7% pertahun jadi harus tambah skitar 100 Juta rupiah. Total yang harus dibayarkan ke SAP pertahun adalah skitar 1,4 M Rupiah.
Variable terakhir adalah infrastruktur, dalam hal ini difokuskan pada pembelian server. untuk installasi ECC 6.0 minimal requirement server disini setidaknya memiliki 2 processor dengan speed diatas 1 GHz, RAM 4 GB dan hardisk disiapkan 200 GB (untuk 3 tahun). Di SAP sendiri ada istilah SAPS number untuk nilai benchmarking server, lha nilai disini sebaiknya adalah 2000 SAPS. Biasanya vendor server sudah tau tentang kalkulasi ini kemudian akan menawarkan produk yang memenuhi kriteria. Untuk server windows kita bisa dapatkan di kisaran 50 rb-an USD, sedangkan untuk unix server ada di angka diatas 100 rb-an USD.
Dari etungan ini, sekarang klo kita coba total, biaya implementasi minimum ECC 6.0 untuk satu modul FI dengan 20 user aktif adalah :
1 M + 1,4 M + 1 M = 3.4 M
Angka segini mah kecil buat perusahaan gede, tapi buat UKM mungkin kudu pikir pikir. so klo kemarin baca baca tentang implementasi SAP dibeberapa perusahaan seperti unilever, pertamina, telkom, bisa kebayangkan kan berapa uang yang harus dikeluarkan pertamina, untuk implementasi hampir semua main modul, dengan jumlah user ribuan dalam periode project hampir satu tahun kemarin.
- Radityo Yudhiarto -
Syntax dasar ABAP May 12, 2009
Posted by sapbasic in How To, Umum.1 comment so far
Gak kerasa sudah 15 postingan tapi belum pernah bicara tentang ABAP yak. Buat yang pengin tau konsep dan syntax-syntax dasar ABAP programming, silakan di donlot n dibuka saja file pdf tentang abap programming disini tadi kebetulan dapet dari amaderforum.com
karena banyak fokus di basis jadi ABAP gak terlalu dalem nih, tapi sumonggo klo ada pertanyaan, akan kami jawab sepengetahuan kami
Download SAP R/3 Handbook May 5, 2009
Posted by sapbasic in Umum.5 comments
Tadi coba nyari nyari eh ketemu juga di 4shared.com. Nice book untuk belajar, bener bener dari dasar (pengalaman pribadi
). Walau kesannya sekarang sudah agak jadul karena masih membahas teknologi SAP R/3 4.6C, tapi kita bisa belajar banyak tentang konsep dasar teknologi SAP.
buat yang minat, silakan langsung diunduh saja
Akses data SAP May 4, 2009
Posted by sapbasic in Umum.add a comment

Di tulisan ini, kami akan coba membahas tentang bagaimana SAP menyimpan datanya. Secara umum semua object di SAP disimpan ke dalam table-table SAP. Tidak hanya data data transaksi tapi juga program dan konfigurasi system. Table table tersebut disimpan dan diatur sedemikian rupa oleh sebuah RDBMS (relational database management system), bisa oracle, ms-sql, db2, ataupun sapdb.
Pada ilustrasi diperlihatkan hubungan antara layer presentasi (digambarkan dengan akses user melalui sapgui), layer aplikasi (digerakan oleh aplikasi SAP yang berbasis ABAP programing) dan layer database (ditunjukan oleh tabel tabel dalam sebuah relational database management system). Pada ilustrasi tersebut di gambarkan bahwa semua screen, selection screen, dan list data yang diperlukan oleh user, ternyata diambilkan dari table table yang ada di database. Lha untuk melakukan akses ke database ini, diperlukan kerja dari ABAP program yang menjadi core dari aplikasi SAP. ABAP akan meneriman request dari user, menjalankan program yang dibutuhkan, kemudian melakukan pencarian data yang dibutuhkan dari database. Dengan memanfaatkan database interpreter, ABAP program mampu melakukan akses ke database dan melakukan penulisan data ke database (insert) ataupun menampilkan data ke user yang dibutuhkan.
semoga membantu
Istilah Istilah di SAP BW April 21, 2009
Posted by sapbasic in SAP BW, SAP BW Modelling.add a comment
setelah tahu secara umum, SAP BW apa sih ?? di pakai untuk apa?? bagaimana fungsinya?? mungkin selanjutnya bertanya tanya, istilah istilah apa saja yang ada di SAP BW untuk proses pemodelan data yang nantinya menjadi sebuah report yang benar benar menjadi sebuah decision support untuk level top management.
di SAP BW secara umum kita mengenal isitilah characteristic/attributes, atau enaknya kalau temen2 menggambarkan ini adalah kolom dari sebuah tabel, bisa menjadi kolom key (primary key) atau menjadi kolom selain primary key dong?!!!, selanjutnya kita mengenal istilah key figures bisa di bilang kolom yang digunakan BW untuk tujuan proses analisa, artinya??? kolom – kolom yang digunakan untuk menampung data yang berhubungan dengan angka/amount,dll, bisasanya kolom key figures ini melekat (apa ya .. enaknya sebut, yang terbentuk ketika proses transaksi lah) pada transaksi data master.
SAP BW membentuk dimensi – yang terdiri dari master data yang terdiri dari primary key dan non primary key (misalnya : master data customer, master data material, dll) -, dan sebuah fact table – kumpulan dari primary key dari beberapa key tabel dimensi beserta key figures -, menjadi sebuah pemodelan star schema dan ini lah nantinya kita sebuah sebuah Cube.
sebuah Cube inilaha nantinya kita bisa membentuk bermacam macam report jika dilihat dari sudut dimensi manapun, Cube di BW cukup penting dalam proses pembentukan laporan untuk manajemen.
Cube ini nantinya akan berisi data transaksi yang di atur strategi load data berdasarkan kebutuhan report yang akan dihasilkan, di sini dibutuhkan proses manajemen dalam penjadwalan penarikan data yang nantinya akan berpengaruh pada pembentukan report.
- Gochi Elin Kuswoyo -
Mengenal SAP BW April 21, 2009
Posted by sapbasic in SAP BW.2 comments
SAP BW (Business Information Warehouse), modul dari SAP ini cukup baru (bukan berarti baru 1 thn ada) dan cukup unik dalam implementasi karena disamping harga modulnya cukup mahal, juga tidak banyak perusahaan yang implementasi SAP BW, bisa jadi terpikir buat apa ya BW ?? kalau untuk hanya menampilkan reporting di sisi Top Management, heheeheh ..
SAP BW identik dengan modul yang diimplementasi paling lama dan paling tidak tepat waktu, hehehe (aku baca beberapa blog dan buku sih
), tapi justru inilah tantangan di modul BW, tidak banyak orang yang bisa menguasai full dari modul BW.
Proses modeling BW sendiri cukup familiar dan sebetulnya BW sendiri sudah ada sebelum SAP memunculkan produk SAP BW-nya, tidak heran banyak kompetitor yang bersaing dalam bidang Business Intelligence, kasarnya sebut aja Cognos, Business Object (notabenya sekarang sudah di beli SAP-red), Oracle, SAS, dll.
SAP BW murni sebuah modul pemodelan dari data history dan transaksi yang diambil dari backend SAP (sebut aja, R/3 Production), yang digunakan untuk membentuk sebuah model bisnis report yang dapat dipakai untuk menganalisa data yang dianggap perusahaan (manajemen-red) sebagai tolak ukur performansi perusahaan.
Contohnya?? ya, misalnya data customer yang ada di perusahaan berapa banyak perbulan, data penjualan berdasarkan sales region, laporan treasury selama pertahun, Balance Sheet report , P&L report yang ditampilkan dalam sebuah front end yang cukup user friendly (misalnya report itu dapat diakses manajemen hanya dalam mengakses web browser),
di SAP BW, kita mengenal istilah pemodelan ‘Star Schema’, pemodelan ini lah yang cukup unik di lingkungan BW, karena hanya di sistem OLAP sajalah yang dipakai, masalah masala desain database yang kita kenal di perkuliahan(Normalisai Database, mungkin tidak dipakai ketika kita berkecimpung dalam lingkungan star schema).
SAP BW bisa digambarkan sebuah bendungan data yang mengambil data data penting dari R/3 dan menghasilkan report, Anda mungkin mengenal istilah KPI (Key Performance Indicator), model model ini lah yang nantinya ada dan fitur yang harus ada di lingkungan BW.
Jadi, SAP BW secara umum sebuah modul dari SAP yang dipakai untuk decision support untuk manajemen yang nantinya akan berpengaruh pada strategi dari perusahaan.
- Gochi Elin Kuswoyo -
Implementasi MySAP ERP April 21, 2009
Posted by sapbasic in Umum.Tags: MySAP, SAP Netweaver, sap netw, ERP, SAP ECC
add a comment
Setelah kita coba membahas tentang MySAP dan Netweaver, dalam tulisan ini kami akan coba memberikan ilustrasi sebuah implementasi solusi My SAP ERP. Melihat kompleksnya komponen penyusun MySAP ERP dalam beberapa kasus, setelah melakukan implementasi SAP ECC, suatu perusahaan sering mengimplementasikan komponen komponen penyusun MySAP ERP yang merupakan part of Netweaver Technology, secara bertahap.

Dalam ilustrasi ini, SAP ECC (ERP Central Component) merupakan core dari solusi MySAP ERP, dalam SAP ECC ini semua transaksi diproses dan data transaksi disimpan. Karena merupakan core, jelas implementasi MySAP ERP harus mendahulukan implementasi SAP ECC.
Selanjutnya kita dapat melihat bahwa untuk mendukung aksesibilitas dan kemampuan sebagai sebuah ERP software, SAP ECC “dipersenjatai” dengan beberapa komponen SAP Netweaver. SAP BI, akan menarik beberapa data transaksi dari ECC dan mengolahnya menjadi report yang bisa memiliki beberapa dimensi dan bisa ditampilkan dalam bentuk web page report. SAP EP, akan memfasilitasi user dalam mengakses SAP melalui web browser, dalam implementasi SAP EP, biasanya beberapa aplikasi yang memang sering digunakan oleh user akan diconvert menjadi aplikasi berbasis webpage menggunakan teknologi BSP, Webdynpro dll. SAP PI untuk menjembatani kebutuhan interfacing komunikasi data dari SAP ke nonSAP, kebutuhan ini muncul karena dalam sebuah perusahaan biasanya menggunakan lebih dari satu system aplikasi. SAP MI akan memberikan mobile access pada karyawan yang bertugas mobile di lapangan.
Dengan tingkat kompleksitas nya, implementasi MySAP ERP secara menyeluruh pasti akan rumit dan mahal. Beberapa perusahaan yang kami tahu sudah menggunakan landscape se-komplek ini antara lain Pertamina, Excelcomindo Pratama, dan TelKom.
Semoga membantu
- Radityo Yudhiarto –
