sap

[SAP on Solaris (Zones) ] ./sapinst ERROR GUI at Zone Solaris

Posted on Updated on

Mungkin sangat jarang ketemu dengan masalah instalasi SAP di atas Zones/Container di Oracle sun Solaris, tapi ini kenyataan. Konyol memang disaat permulaan instalasi kita sudah di hadapkan dengan permasalah SAPTool Gui tidak muncul dengan error DISPLAY

mungkin kita sudah coba beberapa solusi seperti :

  • export/setenv DISPLAY, dengan coba test xclock
  • ssh -X root@hostname
  • ulimit -n di user root ke 8192

tapi cara diatas masih saja tidak bisa memunculkan SAPToolnya, kita pernah menemukan problem seperti itu dan solusinya cukup kontra dengan SAP notes.

jika anda baca SAP Note 724713 di situ dikatakan bahwa kita harus setting /etc/project untuk user root, untuk settinganya sebagai berikut :

projmod -s \
-K “process.max-file-descriptor=(basic,65536,deny)” \
-K “process.max-sem-nsems=(priv,2048,deny)” \
-K “project.max-sem-ids=(priv,1024,deny)” \
-K “project.max-shm-ids=(priv,256,deny)” \
-K “project.max-shm-memory=(priv,18446744073709551615,deny)” \
user.root

ada 1 nilai yang menarik yaitu process.max-file-descriptor=(basic,65536,deny), justru dengan menghapus nilai ini, kita bisa menjalankan SAPTool dan kita bisa lanjut untuk proses instalasi

bisa jadi version dari Sun Solaris-nya nilai max-file-descriptor ini tidak relevel untuk Sun Solaris 10 Update 8.

semoga membantu

– Ghochi Elin Kuswoyo –

[SAP on DB] Merubah Hostname DB2 LUW SAP

Posted on Updated on

Sering kali kita di hadapka dalam projek, dimana kita diminta untuk merubah hostname dari server sehingga akan berdampak pada hostname dari SAP Central Instance dan Database itu sendiri.

ketika ada perubahan hostname di sisi Centall Instance, itu sangat mudah sekali hanya kita merubah environment dan profile dari SAP, namun berbeda dengan jika perubahan itu berdampak pada level database.

dalam tulisa ini, kami coba menjelaskan bagaimana cara merubah hostname dari DB2 :

(1)  Matikan semua service DB2 dengan perintah >db2stop (mematikan DB2 Instance dan DB2 Manager)

(2)  Cek DB2 Registry di level -g dengan perintah >db2set -g | grep DB2SYSTEM, ubahlah nilai dari DB2SYSTEM ini dengan hostname yang baru (ingat : dijalankan di bawah user root).

db2set ini ada di /db2/db2<sid>/sqllib/adm,

perintah untuk merubahnya sebagai berikut #./db2set -g DB2SYSTEM=hostnamebaru

(3). Langkah terakhir adalah, kita ubah nilai dari db2nodes.cfg dengan hostname baru, file db2nodes.cfg ini berada di /db2/db2<sid>/sqllib

(4). tinggal start DB2 dan  SAP DB2 Client di /sapmnt/SID/global/db2/db2cli.ini di ubah ke Hostname DB2 yang baru

(5). Selesai

metode ini sangat penting juga ketik kita pingin membangun HACMP/Cluster menggunakan DB2, dimana sering kali kita pake trick buat “softlink” untuk file db2nodes.cfg

enjoy DB2 🙂

– Ghochi Elin Kuswoyo –

 

[SAP MOBILITY] Instalasi SAP Sybase Unwired Platform 2.1

Posted on Updated on

Sybase Unwired Platform sekarang lebih di kenal sebagai SAP Mobile Platform, SAP Mobile Platform ini sebagai layer yang menjembatani (middleware) diantara data source yang heterogen (RDBMS, file) dengan aplikasi mobile.

secara garis besar untuk gambaran platform SUP sebagai berikut

Image

untuk proses instalasi SUP 2.1 ini, perlu ktia download package-nya di SMP (http://service.sap.com/swdc)

Image

Untuk instalasi, kita pililh sebagai Evaluation

 

 

 

Image

 

Tunggu sampai proses selesai…. selanjutnya

request license ke SAP PortalImage,

anda harus mengirimkan data MAC Address dari Server

Image

Download File License tersebut dan upload ke Server dan jalankan license.bat

 

 

Image

Image

 

cek License-nya

Image

Selesai

– Ghochi Elin Kuswoyo –

 

“Normal atau Ke…

Quote Posted on

“Normal atau Kejutan. Semakin banyak Produk dan Add-on di SAP Technology, Semakin Lari orang-orang Jerman bertingkah, kita masih jalan atau sedang kejar-kejaran? tentukan Langkahmu”

2013, sudah semakin banyak produk dan teknologi yang sudah beredar di mana-mana, dari makin canggih dan makin ruwet ketika proses implementasi, kadangkala berpikir apakah ini minor atau  major untuk perubahan.

Seorang konsultan ataupun praktisi IT sudah pasti melihat ini chance yang sangat bagus untuk menambah kompetensi skill-nya, namun apakah cukup di imbangi dengan proses yang mengarah dengan metode-metode yang di pakai SAP atau masih berpikiran pola pikir koboi atau cara kerja software tetangga. Allahu’Alam

tapi, satu hal yang pasti, dimana ada kejar-kejar an itulah kesempatan kita untuk saling mendahului, Go a head, learn what you love and get success.

Java Bean – Pejaten Village

SAP BusinessObjects Business Intelligence 4.0 RENAMING

Posted on Updated on

SAP Business Object kembali mengubah ( January 2011) produk mereka dan mengeluarkan produk terbaru dengan alasan agar setiap orang lebih mudah untuk mengidentifikasi BI Solution yang di tawarkan dari SAP.

Berikut perubahan yang dilakukan oleh SAP untuk produk BI mereka, saya liat cukup mudah dan lebih SAP ketimbang bawaan dari Business Object.

Jadi, untuk sekarang pengguna BOBJ mulai menggunakan istilah di atas untuk produk BI

Dengan nama-nya yang baru, pastinya muncul juga perubahaan untuk tools yang mendukung SAP BO BI Platform 4.0

Bagaimana dengan Xcelcius ??? yang pasti BERUBAH juga

Sedangkan apakah SAP Business Object Dashboard (Excelsiu Enterprise), tool yang digunakan untuk desktop dashboard dan solusi untuk visualisai data yang menjadi Core dari SAP BO BI 4.0. Ketika user membuat model dashboard, hasilnya bisa di jalankan dalam bentuk SWF, SAP environment, SAP BO BI Platform, aplikasi desktop seperti PowerPoint, Word atau PDF.

Silahkan cek di http://www.sdn.sap.com/irj/scn/weblogs?blog=/pub/wlg/22574, untuk fitur2 yang baru di SAP BO BI 4.0 silahkan cek di http://help.sap.com/businessobject/product_guides/boexir4/en/xi4_whats_new_en.pdf

So, we got new brand.. and we are still new for it..

– Gochi Elin Kuswoyo –

Touch it…. SAP Business Object

Posted on Updated on

Tahun 2011, sudah 1 tahun lebih mengenal yang namanya SAP Business Object. Sebelum menjadi bagian dari Produk SAP khususnya yang berhubungan dengan Business Intelligence, Business Object a.k.a BO/BOBJ merupakan perangkat lunak buatan Perancis. Saat itu Business Object sudah mengeluarkan produk yang namanya Business Object XI untuk kebutuhan performance management,planning, analys, reporting.

Dan akhirnya, sejak 7 Oktober 2007, SAP mengumumkan mengakuisi Business Object, yang secara otomatis mengambil alih nama Business Intelligence yang di pegang oleh SAP BI/BW (produk SAP sendiri), sehingga hemat kata, kita bisa mengatakan Business Warehouse itu lebih deket ke SAP BW/BI 3.5/7.0 dan kita bisa mengatakan Business Intelligence itu lebih deket ke SAP Business Object itu sendiri.

Jika kita kelompokan berdasarkan seberapa pentingkah customer, maka kita bisa pisah menjadi 2 yaitu :

  1. Jika ukuran sebuah customer masuk dalam Midsize/SME Company, SAP menawarkan produk untuk SAP Business Object dengan nama SAP Business Object Edge Solution (http://www.sap.com/solutions/sapbusinessobjects/sme/edgeseries/index.epx)
  2. Jika ukuran sebuah customer masuk dalam Corporate Value, SAP menawarkan produk dengan nama SAP Business Object Enterprise Solution (new name: SAP Business Object Business Intelligence Platform) http://www.sap.com/solutions/sapbusinessobjects/large/business-intelligence/index.epx

Jika kita melihat dari fitur yang di tawarkan, jelas untuk level Large Business (Enterprise) lebih lengkap namun dari segi Core sendiri masih mempunyai kemampuan yang tidak jauh beda

Contoh : Jika kita coba install SAP BOBJ Edge dengan core function untuk kebutuhan Universe Designer, WeBI, Life Office, Query of Web Service, BO Portal, Xcelcius semua sudah tersedia mulai dengan produk Midzise ini, namun ketika kita ingin mengaktifkan service yang spesifik seperti explorer (http://explorer.sap.com/experience/html/Pages/index.htm) justru sudah Add-on default sudah ada di SAP BOBJ Enterprise.

Kemungkinan bisa berimpact bagaimana license SAP BOBJ untuk kebutuhan Ukuran sebuah Business di customer, jadi silahkan untuk explore lagi, Produk mana yang justru menjadi inti ke depan penggunaan SAP BOBJ demi memuaskan para Decision Maker.

Jangan sampe kita pake BOBJ hanya untuk kita mengikuti trend di SAP tapi melupakan inti dari apa sebenarnya tujuan kita menggunakan BOBJ, tapi butuh kesiapan dari pengguna untuk menggunakan tools, boleh jadi apa yang di buat secara interface wowwww..tapi apa yang di tampilkan cuma sekedar informasi yang justru yang kurang “bunyi” di mata Manajemen :-), apalagi ketika di gunakan di level manajemen buka dashboard bisa menghabiskan waktu nunggu “loading” :-p

So, SAP BOBJ masih menjadi challenge buat pare SAP-ers..Good Luck for win this Best Competition.

SAP Business Object
SAP Business Object

 

– Gochi Elin Kuswoyo –

Konsep Database – RDBMS di SAP

Posted on Updated on

Mungkin rekan-rekan semua sudah tau jika salah satu komponen wajib di SAP adalah database (alias basis data) 🙂

Secara umum database ini merupakan tempat menyimpan semua data yang digunakan dan diakses oleh system SAP. Data yang disimpan tidak hanya data data transaksi, tetepi juga data system seperti program dan konfigurasi paramenter system. Lha untuk “mewadahi” database functionality, maka dalam susunan “tier” SAP (silakan dibaca posting terdahulu) ada blok database instance (atau populer juga disebut database server dalam kondisi database dan applikasi sap berada dalam mesin yang berbeda)

Salah satu keunggulan SAP adalah mereka cukup terbuka dengan berbagai macam platform database. Beberapa tipe database kelas dunia sudah kompatible dengan SAP seperti Oracle, MS SQL, IBM DB2, MAX DB dll. Tentu saja masing masing platform database memiliki kelebihan, kekurangan dan “harga” yang berbeda beda 🙂

Database Server yang digunakan oleh Sistem SAP merupakan Relational Database Management System (RDBMS). Kita dapat menerjemahkan RDBMS sebagai server yang mengatur hubungan antara data satu dengan yang lain dalam satu database system. Secara umum RDBMS dapat melakukan beberapa fungsi sebagai berikut :

  • Me-manage data dalam ukuran yang cukup besar untuk dapat diakses oleh banyak user sekaligus dalam waktu yang bersamaan
  • Me-maintain hubungan antar data dan table
  • Menjamin ketersediaan fungsi fungsi keamanan data berdasarkan konsep autorisasi (user dan object)
  • Mampu melakukan recovery data ke kondisi normal saat terjadi inconsistecy data 
  • Mampu melakukan pemrosesan banyak data dalam kecepatan tinggi

Dalam implementasinya di environment SAP, hanya administrator database boleh melakukan akses langsung ke database. Semua aktivitas data processing di SAP yang dilakukan oleh user akan dikendalikan sepenuhnya oleh workprocess di SAP (salah satu kernel aplikasi SAP) dimana untuk koneksi dari SAP application server ke SAP database server akan memanfaatkan functionality dari database client.

Semoga membantu,

–  Radityo Yudhiarto –